Kucrietzlophbatman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Nilai UAS IAD

Posted by kucrietz yuga pada Februari 10, 2014

Berikut Nilai UAS Matkul IAD,,silahkan klik untuk mendownload…
Nilai UAS

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Nilai UTS IAD 2013

Posted by kucrietz yuga pada Desember 8, 2013

Silahkan klik tulisan biru berikut untuk mendownload NILAI UTS:

PGSD-1 UTS-1
PGSD-2 UTS-2
PGSD-3 UTS-3
PGSD-4 UTS-4

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Format Penulisan Tugas Terstruktur IAD

Posted by kucrietz yuga pada November 10, 2013

Format Penulisan Tugas Terstruktur IAD dapat didowload dengan cara klik tulisan biru berikut:
FORMAT PENULISAN TUGAS TERSTRUKTUR IAD

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Cont’d : Info IAD STKIP Islam Bumiayu “Jurnal Kelompok 6-10” dan “Pembagian Tema Tugas Terstruktur”

Posted by kucrietz yuga pada Oktober 13, 2013

Berikut Jurnal Kelompok 6-10,, silahkan klik tulisan biru untuk mendownload:
Kel.6-Rematik
Kel.7-Mikroba Alat Makan
Kel.8-E.coli
Kel.9-Kualitas air
Kel.10-Flu Burung

Tema Tugas Terstruktur bisa di download dengan klik tulisan biru berikut:
Tema PGSD-1
Tema PGSD-2
Tema PGSD-3
Tema PGSD-4

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Info IAD STKIP Islam Bumiayu : “Pembagian Tugas Kelompok”

Posted by kucrietz yuga pada September 24, 2013

Pembagian Kelompok dan materi yang harus disampaikan untuk Tugas Harian IAD, silahkan download dengan klik tulisan biru di bawah ini:

Pembagian Kelompok

Sedangkan untuk Tugas Harian mereview dan menyampaikan hasil review ketika presentasi dapat di download dengan klik tulisan biru berikut:
1. Untuk kelompok 1 Kel.1-Kerokan
2. Untuk kelompok 2 Kel.2-Demam
3. Untuk kelompok 3 Kel.3-Pb Kangkung
4. Untuk kelompok 4 Kel.4-Antibiotik
5. Untuk kelompok 5 Kel.5-Global Warming

Note: Jurnal untuk kelompok 6-10 akan segera menyusul saya upload

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

soal

Posted by kucrietz yuga pada Oktober 13, 2008

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Berbagai tipe RNA dan DNA transposon serta jalur transposisi DNA

Posted by kucrietz yuga pada Oktober 9, 2008

Berbagai tipe RNA dan DNA transposon serta jalur transposisi DNA

Nama : Citra Dewi Febriani
NIM : B1J006149
Kelas : A2
Email : kucrietz_1022ak@yahoo.co.id
Blog : https://kucrietzlophbatman.wordpress.com
Jenis Topik : A2-AG12

Ringkasan

Tandemly repeat DNA diperkirakan muncul karena adanya perluasan original sequences, baik melalui replikasi seperti pada mikrosatelit maupun melalui proses rekombinasi DNA. Sedangkan Interspersed repeats muncul melalui mekanisme yang berbeda, yaitu melalui sebuah mekanisme dimana hasil ’copy’ dari unit repeat terlihat dalam genom pada posisi yang jauh dari original sequencesnya. Mekanisme ini sering terjadi melalui transposisi.
Transposisi adalah pergerakan segmen DNA ke posisi yang berbeda dalam genom. Terdapat dua alternatif model transposisi, yaitu transposisi yang melalui RNA intermediet dan transposisi yang tidak melalui RNA intermediet.
Transposisi yang melalui RNA intermediet disebut retrotransposition dan mekanisme dasarnya meliputi:
1. RNA copy dari transposon disintesis melalui proses transkripsi secara normal.
2. RNA hasil transkripsi kemudian dicopy ke DNA. Perubahan dari RNA ke DNA ini berlawanan dengan transkripsi normal, sehingga memerlukan enzim khusus yaitu enzim reverse transkriptase.
3. DNA copy dari transposon bergabung kembali ke dalam genom pada kromosom yang sama dimana unit original berada, namun dapat juga bergabung dengan kromosom yang berbeda.

Mekanisme diatas dapat dilihat pada gambar 1:

Gambar 1. Mekanisme Retrotransposition
Sumber : Figure 2.26 (Brown, 2002)

RNA transposons (retroelement) dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu retroelement yang memiliki Long Terminal Repeat (LTR) dan yang tidak memiliki LTR atau retroposons. Type retroelement yang memiliki LTR anatara lain retroviruses, endegenous retroviruses dan retrotransposon. Seadangkan Type retroelement yang tidak memiliki LTR adalah Long Interspered Nuclear Element (LINEs) dan Short Interspered Nuclear Element (SINEs). Perbedaan strukturnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 2. Perbedaan struktur Retroelement. Type retroelement yang memiliki LTR
(retroviruses dan retrotransposons) dengan retroelement tanpa LTR (LINE dan SINE).
Sumber : Figure 2.27 (Brown, 2002)

Tidak semua transposisi membutuhkan RNA intermediete.Banyak gen dapat melakukan transposisi secara langsung dari DNA ke DNA. Transposisi secara langsung ini meliputi dua mekanisme antara lain:
1. Replicative transposition yaitu melalui interaksi langsung antara donor transposons dan sisi target.
2. Conservative transposition yaitu melalui penghilangan elemen transposons diikuti dengan penggabungan kembali pada sisi yang baru.
Mekanisme tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 3. Dua Mekanisme Transposisi DNA transposons

Sumber : Figure 2.28 (Brown, 2002).

Seperti RNA transposons, DNA transposons juga memiliki beberapa tipe. Tipe DNA transposons yang umum terdapat pada prokaryotik antara lain :
1. Insertion sequences yaitu DNA transposons yang terdiri dari satu atau dua gen spesifik penyandi enzim transposase yang mengkatalisis transposisi
2. Composite transposons yaitu DNA transposons yang biasanya mengandung gen penyandi resistensi antibiotik. DNA transposons ini menggunakan mekanisme tranposisi conservative.

3. Tn3-type transposons yaitu DNA transposons yang memilki gen transposase sendiri dan biasanya menggunakan transposisi replikatif
4. Transposable transposons yaitu bakteriofag yang memiliki aktifitas transposisi replikatif sebagai bagian dari siklus infeksinya.
Berbagai tipe DNA transposons tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4. Tipe DNA transposons prokaryotik
Sumber : Figure 2.29 (Brown, 2002)

Daftar Pustaka
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.chapter.5449
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section.5545
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.figgrp.5555
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.figgrp.5559
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.figgrp.5563
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.figgrp.5567
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.glossary.9089#10090

Diakses tanggal 24 September 2008

Situs terkait
http://jpk.sicau.edu.cn/2008jpk/fzswx/_private/animations/ch11_transposition.swf
[FLASH]

Diakses tanggal 26 September 2008

http://genomed.dlearn.kmu.edu.tw/ch11-2_transposition.swf [FLASH]

Diakses tanggal 13 Oktober 2008

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Posted by kucrietz yuga pada Juni 16, 2008

sahabat sama seperti bintang

tak selalu terlihat setiap saat

bukannya dia menjauh

hanya terkadang ada awan yang menutupi

namun dibalik awan dia berjuang

tuk dapat selalu terlihat

sedekat yang pernah kau lihat

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

HARMFUL ALGA BLOOM CYANOBACTERIUM Microcystis aeruginosa

Posted by kucrietz yuga pada Mei 16, 2008

Harmful Alga Bloom (HAG) adalah istilah generik yang digunakan untuk mengacu pada pertumbuhan lebat mikroalga (plankton) di laut atau di perairan payau yang dapat menyebabkan kematian massal ikan, mengontaminasi makanan bahari (seafood) dengan toksin (racun yang diproduksi oleh mikroalga), sehingga mengubah ekosistem sedemikian rupa sehingga dipersepsikan manusia sebagai mengganggu (Geohab, 2000 dalam Sunrise, 2007). HAB dapat menyebabkan berubahnya warna air laut. Faktor yang dapat memicu terjadinya ledakan populasi fitoplankton tersebut diantaranya yaitu faktor alam yang dipicu oleh adanya pengayaan hara dari daratan yang menyebabkan terjadinya eutrofikasi (proses perkembangbiakan tumbuhan air dengan cepat karena memperoleh zat makanan yang melimpah akibat pemupukan yang berlebihan). Selain itu adanya faktor manusia yang dipicu oleh pembuangan limbah gas amoniak (NH3) secara besar-besaran di udara. Cyanobacterium merupakan kelompok fitoplankton berbahaya dan merusak ekosistem perairan jika berada dalam kondisi sangat berlimpah. Plankton tersebut sewaktu-waktu dapat melimpah di perairan akibat kemampuannya mengikat nitrogen secara langsung dari udara. Microcystis aeruginosa merupakan anggota Cyanobacterium yang memiliki variasi tinggi dalam morfologi, toksisitas dan nilai pertumbuhan populasi maksimumnya. Nilai pertumbuhan ini ditentukan oleh variasi genetik sehingga berpotensi untuk terjadinya HAB. Wilson et al (2006) dalam sebuah studinya menyatakan bahwa nilai pertumbuhan Microcystis aeruginosa tidak mempengaruhi produksi toksin bagi masing-masing organismenya. Namun, bila nilai pertumbuhan ini maksimum pada taraf populasi hingga menimbulkan HAB maka tetap saja akan menjadi ancaman karena produksi toksin bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah organisme.

Nama : Citra Dewi Febriani

NIM : B1J006149

https://kucrietzlophbatman.wordpress.com

kucrietz_1022ak@yahoo.co.id

Sumber :

Alan E. Wilson, Whitney A. Wilson, and Mark E. Hay (2006) Intraspecific Variation in Growth and Morphology of the Bloom-Forming Cyanobacterium Microcystis aeruginosa Appl. Envir. Microbiol. 72: 7386-7389. [Abstract] [Full Text] [PDF]

Sunrise, I. 2007. Air Laut Merah Rambah Perairan Aceh. http://www.acehforum.or.id/fenomena-air-laut-t5393.html?p=41669 . Diakses tanggal 15 Mei 2008.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Hello world!

Posted by kucrietz yuga pada Maret 23, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment »